ramon84.net
CERITA MAKCIAT
Desah Selingkuhmu

Perkenalkan namaku Andi,
kejadian ini terjadi sebelum aku
menikah dan berkeluarga, dulu
aku tinggal di kota P di bilangan
Jakarta Pusat, di belakang
rumahku tinggal keluarga M.
Sebenarnya dia masih ada famili
jauh, tapi hubungan saudaraku
hanya dengan bapaknya yang
sepupu dari ibuku, sedangkan iis
adalah anak yang dibawa dari
istri Omku M karena dia
menikahi janda teteh i dari
daerah bogor.
Saat aku masih dibangku SMP
hingga SMA aku suka main
dirumahnya, dan karena
pengaruh dari buku-buku porno
dan juga film BF aku mulai
berani memegang-megang
bagian sensitif dari tubuh iis,
keluarga M tidak curiga karena
aku masih mereka anggap
saudara atau keponakan walau
jauh. Dulu sering saat dia
sedang menyapu aku peluk dari
belakang dan meraba-raba
payudaranya atau saat aku
menginap aku meremas-remas
tangan dan mengelus pahanya,
iis masih lugu saat itu dan
hanya respon birahi yang dia
berikan tanpa dia mengerti
harus bagaimana saat itu,
akupun sering beronani dan
membayangkan seandainya aku
bersetubuh dengannya.
3 tahun berlalu, dan kini aku
bekerja diperusahaan export
import, iis pun menikah dengan
W pria yang juga masih
tetangganya di kota P. W
adalah pria yang berpenghasilan
dengan menjadi tukang ojek.
Aku sudah tidak tinggal di kota
P, tapi kost di daerah T yang
masih dalam wilayah Jakarta
juga, hal ini agar dekat dengan
tempat aku bekerja. Saat itu
aku sedang dinas luar, dan
karena kebetulan lewat daerah
P, maka aku sempatkan mampir
kerumah Om M untuk sekedar
beristirahat sebentar, ternyata
Om M sedang kerja dan teteh i
sedang menunggu warung
nasinya, yang ada hanya adik
Om M yang tuna rungu atau
bisu. Saat itu pernikahan iis
baru 1 tahun, saat aku datang
dia sedang menonton sinetron
di televisi dan mengenak daster
tanpa lengan.
"Hai is.. Apa kabar?" sapaku.
"Eh Andi.. Lama ngga keliatan,
ayo masuk.. Tumben, ada apa
nih?" sahutnya lembut.
"Kebetulan aku lewat sini jadi
sekalian mampir" jawabku.
Dia membuka lemari es dan
memberikanku segelas air
dingin, setengah jam kemudian
dari mulutnya meluncur cerita
tentang W sang suami, dulu
suaminya itu tukang jajan ke
tempat prostitusi dan jika
berhubungan intimpun hanya
sebentar.. Kadang penisnyapun
tidak mau ereksi. Aku
mendengarkan ceritanya
dengan santai, dan akhirnya dia
mengatakan soal aku dan dia
dulu yang membuat jantungku
berdegup keras.
"Jadi ingat dulu ya di? Saat kita
masih.."
Kujentikkan jariku dimulutnya
agar tidak meneruskan
kalimatnya dan secara spontan
kuremas jemari tangannya, dan
kulumat bibirnya dengan penuh
bernafsu serta kupeluk
tubuhnya erat. iis melenguh
tanda birahinya juga mulai
memuncak.
"Arghh.. Di.. Ohh.."
Peniskupun sudah sangat
tegang seakan akan loncat dari
tempatnya dibalik celana
panjang kerjaku. Kini kuarahkan
lidahku ke lehernya, kemudian
turun kebelahan dadanya, isis
makin mendesah hebat dan
reflek tangannya membuka
reluiting celanaku dan mencari
penisku yang sudah menegang
keras. Dikocoknya penisku
lembut dan perlahan, rasa
nikmat menjalar diseluruh
tubuhku. Kubuka tali dasternya
dan kini iis hanya mengenakan
bra dan celana dalamnya saja..
Sedangkan jari jemari iis mulai
melepas kemejaku, dan dengan
lihai dia melepas celana
panjangku, ku buka bra yang
menutupi payudaranya yang
masih terhitung kencang
karena iis belum mempunyai
anak, kujilati dan kuremas pelan
kedua bukit indahnya itu..
"Shh.. Andi.. Oh.. Andi.. Sayanng..
Enaak.. Ahh" desahannya
membuat libidoku makin
meninggi dan meledak-ledak.
"Ka.. Mu.. Sek.. Si iss.. Ssh.."
ucapku terputus-putus karena
gelegak birahi yang meletup-
letup.
Rasa penasaranku pada saat
aku masih duduk dibangku
dibangku sekolah harus
kutuntaskan, toh dia kini sudah
ada yang punya, pikirku. Aku
tak membuang banyak waktu,
kulepaskan celana dalamnya
yang berwarna putih dan
kulepaskan juga celana
dalamku, hingga penisku kini
berdiri tegang bebas dan siap
menuju lubang surgawi milik iis..
Kuarahkan mulutku keliang
vaginanya.. Lalu mulai kujilati
vaginanya yang sudah basah
karena dia sudah mengalami
birahi yangs angat tinggi, dan
sesekali kuhisap itilnya yang
kemerahan.
"Uff.. Andi.. Ka.. Mu apakan me..
Mek iiss.. Akh.. Bang W tidak
per.. Nah lakukan ini.. Ouh.. Ssh..
Arghh"
iis mulai meracau, mungkin
suaminya karena dulunya sering
jajan diluar makanya jarang
atau bahkan tidak mengerti
apa itu foreplay. Kesempatan..
bathinku..
Jilatanku makin menggila dan iis
mengoyangkan pinggulnya kekiri
dan kekanan pertanda dia
sudah lupa diri dan lupa segala-
galanya bahwa kini statusnya
adalah istri W.
"Ohh.. Andii.. iis.. Ga tahaan..
Masukiin doong.. Pleasee.. Ahh..
Masukin kontolmu di.. Ahh.."
Kulihat iis sudah tidak sabar lagi
untuk menggapai orgasme dan
membuka vaginanya lebar-lebar
dengan melebarkan kedua
kakinya.. Kuhujamkan penisku
ke memeknya yang sudah
basah.. Lebih mudah bagi
penisku dan langsung masuk
kedalam vaginanya..
"Oughh.. Arghh.. Ohh.. Kontol Andi
enak.. Ahh.. Coba da.. Ri du.. Lu
ann.. Ohh"
iis meracau tak karuan,
kugenjot penisku keluar masuk
liang surgawinya dan lambat
laun makin cepat dan cepat,
sehingga menimbulakn suara
"Plokk.. Plok.." diseluruh
ruangan..30menit berlalu
kuhujamkan penisku kedalam
liang surgawinya, tiba-tiba..
Memeknya menjepit keras
penisku dan dia memmeluk erat
serta menggigit putingku..
Rupanya dia sebentar lagi akan
orgasme.. Kupacu penisku lebih
cepat dan tubuhnya
menggelepar-gelepar karena
nikmat.
"Andii.. iis ke.. Lu.. Arr.."
""ya.. Sayang.. Aku juga..
Sebeenn.. Tar lagii" ucapku
menderu..
Karena penisku juga sudah
mengeras dan berdenyut-
denyut siap memuntahkan
laharnya..
"iiss.. Ohh.. Aku.. Juga.. Ke..
Luarr..".
Tubuhku ambruk didadanya,
dengan tubuh berkeringat
kuelus payudaranya dan kucium
bibirnya..
""s.. Barang kamu enak.."..
"Barang kamu juga di.. Ahh.."
sahut iis lemas tak berdaya.
Tanpa kami sadari ada
sepasang mata mengawasi dari
tadi, bahkan mungkin dari awal,
kulirik ruangan sebelah yang
hanya tertutup tirai, kulihat
disebelahku iis sudah tertidur
pulas karena kelelahan,
kuhampiri orang yang
mengintipku sejak tadi,
ternyata dia adalah adik omku
M yang bisu, tanpa sehelai
benangpun kuhampiri dia, adik
omku ini bertubuh agak gemuk
dan kulitnya agak kecoklatan,
dia hanya menatap penisku
yang kini sudah mulai kembali
tegang. Kutunjuk dengan jari
kearah penisku dengan maksud
apakah dia menginginkan ini
juga seeprti yang dilihatnya
tadi.
Kuraih tangannya untuk
memegang penisku, tangannya
gemetar karena aku tahu pasti
dia belum pernah disentuh laki-
laki apalagi diraba, aku takut
ada orang lain lagi yang datang
dan ada mata lain yang
menangkap basah perbuatanku
ini, maka segera kubuka
bajunya dan seluruh pakaian
dalamnya, kusedot dan kuhisap
payudaranya dan kumasukkan
jariku ke dalam vaginannya..
"Uhh.. Mphh.. Shh" Mbak M mulai
keenakan karena mungkin dia
sudah horny dari tadi melihat
adeganku dengan iis,
kuhujamkan penisku agak keras
kelubangnya yang masih virgin
alias perawan, kututup
mulutnya agar tidak berteriak
atau mengeluarkan suara
keras, hingga membangunkan iis
atau terdengar oleh yang lain.
Kugenjot makin cepat dan
cepat, Mbak M kusuruh
menungging dan tangannya
berpegangan pada bibir
ranjang, kugenjot penisku
keluar masuk, tiba-tiba dia
berbalik lalu denga ganasnya
memegang penisku untuk
dimasukkannya ke memeknya
dari depan lalu mengajakku
jatuh keranjangnya, kugenjot
lagi dia dengan posisi normal
seperti yang dia inginkan..
"Mph.. Argh.. Uhh.. Ah.. Akhh"
karena bisu dia tidak bsia
mengatakan akan orgasme
atau keluar, maka dia memeluk
erat dan menggigit leherku lalu
terkulai lemas dengan mata
terpejam, aku harus orgasme
juga dengannya, pikirku..
Tidak perduli dia sudah terkulai
lemas dan memejamkan mata,
kugenjot dia cepat dan penisku
mulai berdenyut-denyut agak
lama kini aku mengalami
orgasme, karena
sepengetahuanku, jika pada
permainan kedua laki-laki akan
mempunyai daya tahan yang
agak lama. Nafasku mulai
membur dan sambil kugenjot
memek Mbak M yang sudah
basah itu kucumbui bibirnya
walaupun Mbak M tidak
merespon atau mungkin tidak
tahu bagaimana cara berciuman.
"ssh.. Mbak.. Aku mau munn..
Cratt.. Arghh" kutumpahkan
spermaku didalam liang
vaginanya yang hangat..
Ahh.. Nikmat sekali istirahatku
siang ini.. Kukenakan pakaianku
dan kubangunkan iis untuk
berpamitan, sambil kubisikkan
padanya.
"Lain kali kita ketemu diluar
ya?" iis hanya menjawab
dengan anggukan dan
senyuman.
Setelah kejadian itu aku dan iis
beberapa kali bertemu di hotel
dan mengulang serta mereguk
dahaga akan seks diantara
kami berdua, sampai akhirnya
setahun aku tidak bertemu
dengannya lagi. Kudengar kini iis
sudah mempunyai seorang anak
dari pernikahannya dengan W.
Entah kenapa sejak pagi ini aku
terus memikirkan iis, rasa rindu
untuk bersetubuh lagi
dengannya begitu kuat dan
menggebu, hingga akhirnya
kuberanikan diri kembali untuk
datang ke rumahnya siang ini
disela waktu kerjaku. Kuketuk
pintu beberapa kali, seperti
biasa rumah itu terlihat lengang
dan sepi. Agak lama aku
menunggu di muka pintu sampai
akhirnya pintu terbuka dan
yang membukakannya adalah
"mah adik iis, perlu juga aku
ceritakan bahwa Omku MJ
menikah dengan seorang wanita
ynag sudah menjanda 2 kali
yaitu teteh i dan dia membawa
2 orang anak yaitu iis dan "mah
dan keduanya berlainan bapak.
"Eh Kak andi, sudah lama nggak
ketemu.. Masuk Kak," ucap "mah
seraya membuka pintu.
Suasana rumah persis seperti
dulu aku datang lenggang dan
sepi.
"Pada ke mana Mah?" ucapku
basa-basi.
"Mama jaga warung, Papa
kerja.." jawab "mah, "Engg.. Kalo
Kak iis?" tanyaku lagi cepat.
"Kak iis sudah nggak tinggal
disini, dia ngontrak dengan Om
W di kota T," lanjutnya.
Ada rasa kecewa dihatiku
karena segala hasrat dan
pikiran kotorku sejak pagi ini
tidak kesampaian. "mah adalah
gadis yang beranjak dewasa,
tubuhnya ramping dan agak
kecil. Tapi kulitnya benar-benar
putih mulus dan bibirnya merah
merekah yang membuat lelaki
manapun akan gemas
melihatnya. Saat itu "mah hanya
mengenakan kaos you can see/
kaos tanpa lengan dan celana
pendek olahraga yang sangat
pendek dan minim. Sempat aku
menelan ludah melihat pahanya
yang mulus dan menantang itu,
tapi aku berusahan sebisa
mungkin menahan gejolak nafsu
yang sejak pagi ini begitu
menggebu.
""mah masih sekolah ya?"
tanyaku untuk menghilangkan
kegalauan.
""hh.. Enak aja, makanya Kak
Andi sering-sering main dong ke
sini, sekarang "mah sudah kerja
tauu.." ucapnya dengan gaya
manja.
"Oh ya? Wah nona "mah yang
cantik ini sudah besar rupanya
ya?" lanjutku.
Kulihat "mah tersipu malu,
terlihat dari wajah putihnya
yang merona merah. Entah
keberanian dari mana, tiba-tiba
kata-kata ini meluncur dari
mulutku, ""mah.. Sekarang kamu
bener-bener cantik dan sexy
deh.." ucapku sambil menelan
ludah.
""hh.. Kak Andi gombal ah.."
balasnya seraya tertawa
renyah dan mencubit pahaku.
"Ehh... Berani nyubit Kak Andi
ya? Sakit tau.." jawabku sambil
pura-pura menunjukkan rona
muka kesakitan.
Kukejar dia yang mencoba
menghindar dan berlari kecil
dariku. Tiba-tiba "mah terjatuh
di karpet ruang tamu karena
tersandung pinggiran sofa,
akupun tidak kehabisan akal,
kuikuti dia dan ikut pula pura-
pura terjatuh dan menindih
tubuhnya yang telentang di
karpet ruang tamu. Tubuhku
merapat dengan tubuhnya,
dadanya yang tidak terlalu
besar tapi sexy itu naik turun
seakan menahan gejolak, bagi
gadis remaja yang mulai
beranjak dewasa itu.
Kupandangi mata dan bibirnya
yang merakah itu, spontan saja
kubelai lembut rambut dan
keningnya, tidak ada gerakan
penolakan darinya.. Bahkan
ketika kucium bibirnya dan
melumatnya dengan penuh
bernafsu.. "mah tidak menolak,
bahkan melayani pagutan
demipagutan bibirku. Lidah kami
slaing mnejelajah dan nafas
kami berdua mulai tak teratur,
dan terdengar menderu
terpacu birahi. Tanganku
bergerilya dibalik kaosnya,
dengan lihai kubuka ikatan tali
bra miliknya yang menutupi
kedua buah dadanya.
Terasa detak jantung "mah
berdegup keras, mungkin dia
belum pernah diperlukan seperti
ini oleh lelaki ataupun pacar-
pacarnya dulu. Kuangkat
kaosnya sebagian keatas,
hingga kini buah dadanya
terlihat jelas dipelupuk mataku,
sambil terus kupagut bibirnya,
kuremas lembut payudaranya
dari bawah sampai puncak
putingnya. "mah menggelinjang
hebat dan mulai mendesah
hebat sambil memejamkan
matanya..
"Ahh.. Kak.. Ann.. Ouhh" desahnya
membuat libidoku makin
meninggi.
Lalu lidahku turun kelehernya..
Kebelahan dadanya.. Dan
akhirnya kujilati dan kusedot
teteknya yang mulai mengeras.
"Arghh.. Kakk.. Ughh.. Mphh.."
"mah mendesah penuh nimat,
sambil terus kujilat dan kusedot
putingnya, kubuka celana
pendeknya, hingga "mah hanya
mengenakan celana dalamnya
saja yang berwarna biru.
Kuraba permukaan vaginanya
yang masih tetutup CD,
kuremas-remas pelan dan
kusodok-sodok dengan jari
jemariku yang lihai
menggerayangi mekynya.
"Uhh.. Kak.. An.. Di.. Ahh.. Aduhh..
Kak.. Kok. Gi.. Ni sih ahh.. E..
Nakk.. Ohh.." "mah sudah mulai
meracau tak kuasa menahan
nikmat yang menghinggapi
sekujur tubuhnya. Kubuka
celana panjangku dan kutuntun
tangannya untuk menggengam
penisku., kugerakkan tanganya
agar membuat gerakan
mengocok penisku yang sudah
begitu snagat tegang dan tak
sabar ingin meraih kenikmatan.
Kulepaskan celana dalamnya,
yang tertinggal kini hanya mey-
nya yang ditumbuhi bulu-bulu
halus dipermukaannya. Kuarah
lidahku ke liang kewanitaannya,
"mah terhenyak kaget dan
matanya terbelalak, karena
seumur hidup dia belum pernah
diperlakukan seperti ini
padanya.
"Kakk.., Uhh.. Ge.. Lii.. Ahh.. Kak..
Andi.. Mphh.. Geli.. Uohh.. Enak..
Me.. Mek "mah.. Ahh.." racau "mah
tidak karuan, memeknya mulai
basah pertanda birahinya sudah
sangat memuncak. Kuarahkan
penisku keliang vaginanya,
sempit dan tertahan sesuatu..
"Kakk.. Arghh.. Sa.. Kiit.. "mah..
Takut Kak.." ujarnya terputus-
putus antara sakit dan nimat.
"Takut apa Mah?" ucapku masih
dengan nafas menderu.
""mah takut hamil kakak.."
ujarnya lagi.
"Kalau hanya sesekali tidak
akan hamil Mah.." rayuku
karena nafsuku sudah begitu
membludak, diotakku hanya
berkata bahwa hari ini aku
harus mereguk kepuasan dari
gadis ramping dan mulus ini.
"Ja.. Ngan disini Kak.. "mah takt..
Nan.. Ti ada orang.." nafasnya
masih tak teratur.
"Jadi "mah mau kita ke hotel?
Emangnya "mah nggak kerja?"
lanjutku.
"mah menggeleng, ""mah lagi off
Kak.." karena dia bekerja
sebagai SPG di sebuah mall
makanya liburnya justru pada
saat hari kerja.
Kupacu motorku kedaerah
menteng, dan kucari hotel yang
bertaraf sedang, tidak terlalu
mewah tapi cukup untuk
berdua tuntaskan hasrat,
dalam hati aku tertawa, gila..
Dulu hotel ini kupakai bersama
iis, kini dengan "mah adiknya
walau mereka berasal dari dua
bapak yang berbeda. Kuparkir
motorku dan bergegas menuju
resepsionis, agak tergesa
memang, karena nafsuku yang
sempat membludak tadi menjadi
tertunda.
Sesampai dikamar hotel kulumat
rakus bibirnya dan smabil
dengan posisi berdiri kami
tanggalkan semua pakaian yang
melekat ditubuh kami. Bagai dua
orang yang sangat haus dan
lapar akan seks, kami berdua
saling bercumbu dan berguling
diranjang hotel yang empuk,
kini "mah benar-benar
meluapkan nafsunya karena
sudah tidak ada lagi rasa
khawatir di didrinya akna ada
orang yang melihat. Kujilati
tetenya yang mengeras dan
kusedot putingnya membuat
"mah mendesah dan meracau
sejadi-jadinya.
"Kakaak An.. dii ahh.. Teruuss..
Terussiin kaka.. Auhh.. "mahh
enakk nihh.." "mah menolehkan
kepalanya ke kiri dan ke kanan
benar-benar kewalahan akan
seks dan kenikmatan yang baru
direguknya.
Kujilati memeknya yang basah
oleh cairan, kujelajahi liang
surgawinya dengan lidahku dan
sesekali menghisap dan
menggigit kecil klitorisnya,
tubuhnya menggelepar..
Tanganya meremas rambutku
dan "mah menggigit bibirnya
saking nikmatnya. 10 menit
berlalu dan jilatanku pada
memeknya makin liar dan
menjadi-jadi. Tiba-tiba tubuhnya
mengejang, tangannya
mencengkram rambutku begitu
kuat, setengah histeris "mahh
berteriak dan mendesis..
"Ahh.. Kaa.. "maahh.. Ke.. Luarr..
Ahh.."
Lalu semenit kemudian
tubuhnya lunglai dan terkulai
lemas diranjang. Kubiarkan "mah
menikamti orgasmenya.. Kujilati
tetenya dan sesekali kuciumi
bibirnya, sampai akhirnya
libidonya kembali bangkit.
Kuarahkan penisku kemulutnya,
"mah sempat menggelemg tidak
mau melakukannya.
""mah belum.. Pernah Kak.."
ucapnya pelan.
Aku tersenyum dan berkata,
"Pelan-pelan Mah.. Kak Andi
ajari.."
Pertama "mah mengoral penisku
terasa giginya mengenai batang
penisku dan membuat ngilu, tapi
5 menit kemudian dia sudah lihai
dan benar-benar pandai
mengocok penisku dimulutnya..
Penisku makin mengeras dan
"mah makin ketagihan dan makin
cepat mengocok penisku
didalam mulutnya, aku
mengerang penuh nikmat..
"Arghh.. "mah.. Oh.. Ka.. Mu
pintarr.. Sayaang.. Ohh.. "ya
teruss.. Enaak.." racauku.
Kukeluarkan penisku dari
mulutnya, lalu kuarahkan pada
vagina yang sudah licin setelah
orgasmenya yang pertama tadi,
kini penisku setengah masuk ke
memeknya..
"Ouh.. Maasih.. Sa.. Kit Kak..".
ucap "mah denga wajah
meringis..
Kutarik keluar pelan-pelan.. Lalu
kuhujamkan lagi lembut, makin
lama penisku makin terbenam
kedalam liang memeknya yang
sempit.. Dan ketika kurasa
tinggal sedikit lagi kutekan
agak keras..
"Ahh.. Kakk.. "mah setengah
menjerit"
Karena kaget ketika seluruh
penisku amblas didalam liangnya.
Kumaju mundurkan pantatku,
dan terdengar suara decakan
dari liang surgawinya, kugoyang
sedikit penisku sehingga
membuat memek "mah
berdenyut-denyut.
"Ahh.. Kakakk.. Enaak.. Kak..
Benerr.. Dehh.. Uhh.. Teruss..
"mah.. "nginn.. "ni.. Teruss.. Ahh,"
racau "mah lagi.
Kugenjot makin cepat.. Cepat
dan cepat..
""mahh.. Ohh.. Memekmu sempit
mah.. Uhh.. Nikmatt" desahku ke
enakan..
"Kak andi.. "hh.. Kok ginii sihh..
Enakk bangett.. Ahh.. "mahh
nggak tahaan nih.. Kakk.." "mah
mendesah hebat.
Genjotan penisku di liang
memeknya makin menggila dan
kurasakan penisku mulai
berdenyut-denyut siap
memuntahkan sprema. Tubuh
"mah bergetar dan mengejang
hebat..
"Kakk.. Ahh.. Teruss.. Dikiit lagi..
"mahh mau.. Keluarr lagii.. Ouhh,"
desah "mah panjang mengiringi
orgasmenya.
Akupun ingin tuntaskan
permainanku dan mencapai
orgasme.. Aku menggeram
hebat dan nafasku makin
menderu..
"Aku.. Ju.. Ga.. Ma.. Uu.. Keluarr
Mahh.. Arhh"
Tubuhku terkulai lemas diatas
tubuhnya, kami bersimbah peluh
dan saling tersenyum penuh
nikmat. Kamipun melakukannya
lagi dan benar-benar
memuaskan dahaga seks kami
berdua hingga siang berganti
malam.
« index cerita
« ramon84.net
(c) 2012 ramon84.net
Curup - Bengkulu
ramon84.net