ramon84.net
CERITA MAKCIAT
Ibuku Ternyata Lesbian

Suatu hari pada awal bulan
September. Ketika itu aku
pulang dari kuliah. Dan di meja
komputerku tergeletak sebuah
amplop. Kubuka amplop itu
yang memang ditujukan
kepadaku. Kubaca tulisan pada
kertas yang terdapat di dalam
amplop tersebut. "Ibu minta
maaf. Ibu telah mengetahui
kelainanmu dan juga telah
membaca ceritamu yang dimuat
pada sebuah situs. Tapi ibu
tidak akan marah. Karena ibu
juga pernah mengalaminya.
Tolong coret-coretan ibu pada
kertas ini kamu ketik dengan
kata-katamu dan kirim ke
situs yang sama. Terima kasih".
Coret-coretan ibu di bawah
suratnya dan dibaliknya lalu
kuketik dengan kata-kataku
sendiri Dan hasilnya adalah
seperti di bawah ini.
Suatu hari ibuku yang berusia
45 tahun pergi bersama ibu-
ibu tetangga yang juga sebaya
dengan ibuku ke rumah Ibu
Tanti yang pindahan dari luar
kota. Ibuku bersama Ibu Nunik,
Ibu Desy dan Ibu Indah (nama-
nama di atas menurut ibuku
bukan nama yang sebenarnya).
Mereka berbincang-bincang di
ruang tamu. Ibu Desy ternyata
menemukan sebuah VCD porno
di tumpukan majalah.
Dia bertanya, "Bu Tanti.., Ini
punya siapa?"
Bu Tanti kelihatan terkejut
dan berusaha merebut VCD itu
sambil berkata, "Jangan Bu
Desy.., Saya malu.."
Lalu dijawab oleh Ibu Desy,
"Diputar boleh kan?"
Ibu Tanti hanya diam saja
ketika Ibu Desy memasang VCD
itu ke VCD player dan
memutarnya.
Pada mulanya ibuku dan ibu-
ibu lainnya hanya diam saja
melihat adegan dalam film itu.
Tapi beberapa menit kemudian
Ibu Tanti terlihat mengangkat
dasternya sampai perutnya
kelihatan dan tangannya
masuk ke dalam CD-nya. Ibu
Indah yang melihat itu berkata,
"Mari saya bantu Bu..", Sambil
dia menghampiri Ibu Tanti.
Dilepaskannya daster yang
dipakai Ibu Tanti. Kemudian Ibu
Indah duduk di belakang Ibu
Tanti, dari belakang tangannya
masuk ke dalam CD yang
dipakai Ibu Tanti. Melihat hal
itu Ibu Nunik dan Ibu Desy
yang duduk berdampingan
saling memandang dan entah
siapa yang mulai keduanya
sudah berdiri saling berciuman.
Mereka saling melepas pakaian
yang dipakai dan menyisakan
pakaian dalam. Begitu juga
dengan ibuku yang juga berdiri
melepas pakaiannya dan
sekaligus melepas BH-nya.
Ibuku meremas payudaranya
sendiri kemudian menghampiri
Ibu Nunik dan Ibu Desy yang
sedang berciuman. Dari
belakang ibuku melepas BH
yang dipakai Ibu Nunik dan
menempelkan kedua
payudaranya ke punggung Ibu
Nunik. Tangannya juga maju ke
depan meremas kedua
payudara Ibu Nunik sehingga
Ibu Nunik melepaskan ciuman
pada bibir Ibu Desy. Ibu Desy
lalu melepas BH-nya dan
memeluk Ibu Nunik dari depan.
Sementara itu Ibu Tanti dan
Ibu Indah sudah telanjang
bulat, saling berpelukan dan
berciuman.
Kejadian yang paling dinikmati
ibuku pada waktu itu adalah
ketika ibuku telentang. Dia
diduduki Ibu Tanti sehingga
kedua liang kenikmatan mereka
saling bergesekan. Sementara
payudara kirinya dihisap oleh
Ibu Desy dan payudara
kanannya diremas Ibu Indah.
Sedangkan Ibu Tanti sendiri
saling berciuman dan saling
meremas payudara dengan Ibu
Nunik. Ibu Desy dan Ibu Indah
juga saling meremas payudara
dibantu kedua tangan ibuku.
Kajadian itu sungguh
menegangkan, bergantian
mereka saling meremas
payudara, saling menggesek
liang kenikmatan dan berakhir
dengan orgasme yang begitu
dahsyat di antara mereka.
Setelah sampai di rumah, ibuku
yang melewati kamarku
mendengar desahan-desahan
dari dalam kamarku. Ibuku
penasaran dan mengintip dari
lubang kunci pintu kamarku
dan melihat aku dan Ambar
sedang berdiri saling
menggesekkan kemaluan dan
kedua payudara. Ibuku
langsung pergi ke belakang
dan melewati kamar Inem (juga
bukan nama yang sebenarnya)
yang terbuka. Dilihatnya Inem
sedang tidur dengan rok yang
tersingkap sampai pahanya
kelihatan dan kancing baju
bagian atas yang terbuka.
Gairah ibuku muncul ketika
teringat kejadian di rumah Ibu
Tanti sehingga ibuku
menghampiri Inem. Dielusnya
paha Inem dan bibirnya
mencium bibir Inem. Inem
kelihatan terbangun tetapi
matanya masih terpejam dan
kelihatan menikmati ciuman dari
ibuku. Inem kemudian membuka
matanya dan kaget.
Dilepaskannya ciuman ibuku
sambil berkata berulang-ulang.
"Jangan Bu.." Ibuku
membungkam perkataan Inem
dengan ciumannya dan
akhirnya Inem pun kelihatan
menikmatinya. Bahkan lidahnya
menjilat lidah ibuku. Ibuku
semakin berani. Kancing baju
Inem dilepaskan satu persatu
lalu ibuku meremas payudara
Inem yang lumayan besar
hampir sama dengan payudara
ibuku yang berukuran 36B.
Ibuku lalu membalikkan tubuh
Inem sehingga Inem tengkurap.
BH Inem dilepaskan dari
belakang dan didudukinya
pantat Inem. Tangan ibuku
mengusap-usap punggung Inem,
lalu salah satu tangannya
turun ke bawah meremas
payudara Inem sedangkan
tangan satunya melepaskan
bajunya sendiri. Setelah itu
ibuku membalikkan lagi tubuh
Inem. Dilihatnya Inem
tersenyum. Ibuku kemudian
menghisap payudara Inem dan
kedua tangan Inem melepas BH
yang dipakai ibuku sehingga
kini mereka saling meremas
kedua payudara pasangannya.
Setelah beberapa lama saling
meremas payudara, ibuku
menindih tubuh Inem dan kedua
payudara mereka saling
menempel. Keduanya mendesah
pelan. Ibuku mencium kembali
bibir Inem dan tangannya
melepas celana panjangnya.
Ibuku kemudian duduk di
samping Inem sambil tetap
menciumnya. Kedua tangannya
melepaskan apa yang masih
tersisa di tubuh Inem. Inem kini
sudah telanjang bulat.
Dikangkangkannya kaki Inem
sehingga bibir kemaluannya
merekah. Bibir ibuku turun ke
bawah dan langsung menghisap
dan menjilati liang kemaluan
Inem sambil tangan kanannya
meremas kedua payudara Inem
bergantian dan tangan kirinya
mengelus pahanya, dilanjutkan
jarinya yang masuk ke lubang
kenikmatan Inem.
Lama sekali ibuku
memperlakukan Inem dengan
mesra. Sampai Inem mengerang
berkali-kali. Inem akhirnya
lemas setelah liang
kenikmatannya dikocok dengan
jari ibuku disamping dihisap dan
dijilat. Ibuku bangkit dari
tempat tidur dan mengambil
bajunya. Tiba-tiba Inem dari
belakang memeluk ibuku dan
tangannya masuk ke dalam CD
yang masih dipakai ibuku. "Nem
sabar dulu ya.., Kita bergabung
dengan Mitha dan temannya.."
Sambil menarik Inem yang
masih telanjang. Ibuku dan Inem
masuk ke kamarku dan
ternyata aku dan Ambar sudah
pergi.
Inem memegang sesuatu dan
dari belakang melepas CD yang
dipakai ibuku. Ibuku hanya diam
saja. Inem memasukkan benda
yang dipegangnya, yang
ternyata sebuah dildo ke
dalam liang kemaluan ibuku.
Perlahan Inem
mengeluarmasukkan dildo itu
sambil mengocoknya. Ibuku
mengerang keras dan Inem
maju ke depan, ujung dildo
yang satunya dimasukkannya
ke dalam lubang kemaluannya
sendiri. Inem mengerang lebih
keras dari ibuku dan disambut
dengan ciuman dari ibuku.
Mereka saling berciuman,
berjilatan lidah, menggesekkan
kedua payudara yang
menempel dan mengeluar
masukkan dildo ke dalam liang
kenikmatan mereka ditambah
dengan kedua tangan mereka
yang saling meremas pantat
mereka yang kenyal hingga
mereka mencapai orgasme.
Setelah kejadian itu Inem
berhenti bekerja dari rumahku.
Ibuku mengira Inem marah
karena diperlakukan begitu
oleh ibuku. Tetapi ternyata
tidak, setelah ibuku memergoki
Inem sedang bermesraan
dengan teman sesama
pembantu di tempatnya
bekerja yang dulu. Memang
sebelum aku menjadi lesbian,
Inem pernah bercerita
kepadaku bahwa dia pindah ke
sini karena di tempatnya
bekerja yang dulu pernah
waktu tidur digerayangi
tubuhnya oleh temannya
sesama pembantu wanita. Dia
marah lalu berhenti bekerja
dari tempatnya bekerja yang
dulu.
Begitulah kisah ibuku yang
ternyata lesbian. Buat para
pembaca wanita, yang ingin
berkenalan denganku silakan
kirim e-mail kepada saya. Juga
tolong sertakan biodata diri
dan foto serta pengalaman
pertama kali menjadi lesbi.
« index cerita
« ramon84.net
(c) 2012 ramon84.net
Curup - Bengkulu
ramon84.net