ramon84.net
CERITA MAKCIAT
Masih Sebatas Khayalan

Sebut saja aku sebagai Lia.
Aku masih duduk di sebuah
SMU di Yogya kelas 2. Tinggiku
sekitar 165 cm dengan berat
sekitar 49 kg.
Aku sendiri sebetulnya bukan
seorang lesbian. Hanya kenapa,
ketika melihat video klip Nafa
Urbach yang berjudul 'Lebih
Baik Putus', mataku langsung
tertuju ke kedua payudaranya
yang indah. Yang sangat
aduhai. Aku merasakan
perasaan lain ketika
melihatnya. Sejak saat itu
sering sekali kulihat video
klipnya dan kuperhatikan
kedua payudaranya itu.
Tidak itu saja. Pada acara-
acara televisi lainnya, yang
kuperhatikan pasti kedua
payudara pengisi acara cewek.
Indah atau tidak. Terutama
yang memakai pakaian ketat.
Beberapa artis yang kusukai
adalah Kris Dayanti, Dian
Nitami, Denada, Shanti, AB
Three dan beberapa artis lain.
Artis dari luar negeri ada
Britney Spears, Christina
Aguilera, Jennifer Lopez, Alicia
Keys, Anastasia, Pamela Lee
(yang kedua payudaranya very
big) dan beberapa artis lain.
Waktu aku pergi keluar pun,
aku juga diam-diam
memperhatikan kedua
payudara cewek-cewek yang
kutemui terutama yang
berpakaian ketat. Malamnya
sebelum tidur pasti aku
masturbasi sampai orgasme
sambil membayangkan tubuhku
yang telanjang sedang
dipermainkan oleh sesama
cewek. Sering sekali
kubayangkan seorang cewek
dari belakang meremas kedua
payudaraku yang berukuran
36. Sementara di depanku juga
ada cewek lain yang menjilati
vaginaku.
Waktu pergi ke warung
internet pertama kali sejak
video klip Nafa yang
menggairahkan, kukopi ke
disket semua cerita
sumbercerita.com pada bagian
sesama wanita. Padahal
sebelum itu aku hanya suka
membaca bagian konvensional.
Itu saja tidak kukopi ke disket.
Hanya kubaca di warung
internet. Sampai dirumah dari
disket kukopi ke komputerku.
Aku punya komputer sendiri di
kamarku. Kubaca satu persatu
sambil membayangkan aku
adalah pelaku dalam cerita
tersebut. Aku sudah merasa
basah ketika baru membaca
satu cerita. Sehingga aku
mengunci pintu kamarku dan
melepas semua pakaianku.
Kulanjutkan membaca sambil
sesekali kuremas kedua
payudaraku bergantian. Jari
telunjukku juga masuk ke
vaginaku. Kukeluarmasukkan.
Aku mencapai orgasme ketika
baru kubaca cerita yang
ketiga. Aku hentikan
kegiatanku itu. Dan kulanjutkan
pada malam harinya sebelum
tidur.
Disamping membuka
sumbercerita.com, aku juga
membuka situs-situs yang
menyediakan rangkaian gambar
lesbian gratis. Situs-situs itu
kutemukan dengan bantuan
seorang chatter yang juga
lesbian. Sayangnya aku dikira
cowok iseng yang memakai nick
cewek dengan masuk ke
channel lesbi (yang sengaja
kuketik ketika pertama masuk
IRC). Padahal aku berharap dari
dia supaya sudi menjadi girl
friend pertamaku. Sejak saat
itu aku juga curiga dengan
cewek-cewek yang menjadi
teman chattingku. Jangan-
jangan mereka adalah cowok
iseng. Sehingga aku tidak
berani kasih data sebenarnya
aku. Paling cuma e-mailku saja
yang kuberi.
Pernah ada salah satu 'cewek'
yang mengajak jumpa darat
setelah beberapa kali berkirim
e-mail. Kebetulan dia juga dari
Yogya. Sebelumnya aku sudah
waspada. Kuberikan identitas
palsu. Pada waktunya di bawah
sebuah pohon di lembah UGM
yang kujanjikan untuk bertemu
ternyata tidak muncul seorang
cewek sesuai dengan ciri-
cirinya yang diberikan padaku.
Yang ada hanya seorang
cowok. Aku yang mengawasi
dari jauh menunggu sebentar.
Aku berpikiran bahwa dia
belum datang atau sudah
datang.
Tetapi karena bawah pohon
yang kujanjikan dipakai orang
lain, dia menunggu di tempat
lain. Kulihat di sekitarku
ternyata dia tidak ada. Kulihat
bawah pohon itu lagi. Cowok
itu tidak ada lagi. Beberapa
hari kemudian muncul e-mail
darinya yang mengatakan
kalau aku tidak datang.
Kubalas dengan mengatakan
kalau aku sudah tahu bahwa
dia cowok lengkap dengan ciri-
cirinya. Aku juga bilang kalau
aku marah sekali dibohongi. Dia
membalas lagi dengan
kejujurannya bahwa dia cowok
dan minta aku tidak marah
serta mau menjadi temannya.
Itu e-mail terakhir yang tidak
kubalas. Aku sudah terlanjur
marah.
Kembali ke situs-situs yang
kusebut diatas. Rangkaian
gambar-gambar itu sebagian
yang menarik kukopi juga ke
disket untuk kemudian kukopi
ke komputerku dirumah. Tiap
malam sebelum tidur kulihat
gambar-gambar itu sambil
bermasturbasi.
Sebetulnya aku mempunyai
seorang teman cewek satu
kelas yang menarik
perhatianku. Lebih besar dari
perhatianku pada cewek-
cewek lain yang kukenal.
Sayangnya dia bukan lesbian
dan tidak mungkin jadi lesbian.
Dia punya pacar seorang
cowok. Dia sering
memperlihatkan pahanya yang
putih dihiasi bulu-bulu halus
ketika duduk di dalam kelas
atau di halaman sekolah
meskipun rok seragam sekolah
yang dipakainya tidak terlalu
mini.
Kadang dia tidak memakai kaos
dalam ketika memakai baju
seragam sekolah. Sering
kelihatan dia memakai bra
berwarna hitam. Kadang
sempat kulirik belahan
payudaranya yang meskipun
tidak besar tapi indah dari
sela-sela kancing baju. Lengan
bajunya yang agak ketat juga
selalu dinaikkan ke atas
memperlihatkan lengannya
yang putih yang juga dihiasi
bulu-bulu halus.
Ingin sekali aku membelai
pahanya dan meremas kedua
payudaranya. Sering
kukhayalkan dia berhubungan
seks denganku. Aku sendiri
dalam memakai pakaian
seragam sekolah kuusahakan
rapi. Rok seragam sekolah
yang kupakai meskipun diatas
lutut, tetapi tidak termasuk
mini. Hanya dalam hal pakaian
dalam saja aku agak kelainan
sejak melihat video klip Nafa
yang sensual. Aku hanya
memakai kaos dalam ketat
warna biru tanpa memakai bra.
Tetapi tonjolan kedua
payudaraku tidak kentara
karena baju seragam
sekolahku termasuk longgar.
Kedua orangtuaku tidak atau
belum mengetahui kelainanku
ini. Kalau bisa jangan sampai
tahu. Kecuali kakakku yang
cowok. Kebetulan dia sering
pakai komputerku untuk
mengerjakan tugas kuliahnya.
Suatu kali aku sedang
membuka salah satu cerita
sumbercerita.com yang
kusimpan di komputerku.
Kebetulan kutinggal ke kamar
kecil. Aku sendiri kaget
melihatnya sudah di depan
komputerku. Dia agak marah.
Bukan marah karena aku
membaca cerita seks. Marah
karena kenapa aku membaca
cerita sesama wanita. Waktu
itu aku tutup-tutupi. Bahwa
aku cuma iseng membaca itu.
Tidak ada maksud apa-apa.
Dan dia percaya.
Lain hari ketika aku sekolah
dia cek semua directory
komputerku. Waktu aku pulang
aku disuruh jujur. Kalau tidak
jujur kedua orangtuaku akan
diberitahu. Terpaksa aku jujur.
Dia juga coba menasihati aku
supaya sadar. Aku berusaha
untuk sadar dengan
menghapus file-file yang
berhubungan dengan lesbian
seperti yang telah kusebut
diatas sesuai dengan yang
disarankannya. Tetapi itu tidak
bisa. Waktu ke warung
internet aku pasti membuka
situs yang berhubungan
dengan lesbian. Itu yang tidak
bisa kuhindari. Aku kopi lagi.
Kakakku tidak tahu lagi.
Karena kulindungi file-file
khusus ini dengan program
proteksi yang kuambil dari
internet.
Aku juga punya kakak cewek.
Dia kuliah di salah satu
universitas negeri di Bandung.
Tiap dua pekan sekali atau
sedang liburan dia pasti pulang.
Gilanya. Kadang aku juga
mengkhayalkan berhubungan
seks dengannya. Kebetulan
kedua payudaranya juga besar.
Mungkin ukurannya sama
denganku atau lebih besar.
Tapi dia tidak pernah tahu
tentang kelainanku. Aku sendiri
berharap kakakku ini juga
lesbian. Sehingga dapat
mengajariku bagaimana
berhubungan seks dengan
sesama wanita.
Dibawah ini aku akan
menceritakan salah satu
khayalanku berhubungan seks
dengan sesama wanita.
Begini ceritanya. Suatu hari
aku duduk di kursi sofa sedang
menonton televisi. Aku hanya
memakai bra dan celana dalam
saja. Dari dalam kamar
keluarlah seorang cewek.
Sebut saja Astrid. Dia juga
hanya memakai bra dan celana
dalam saja. Dia lalu duduk
disampingku. Dia belai pahaku.
Aku tahu maksudnya.
Kumatikan televisi dengan
remote control. Aku menggeser
posisi dudukku dengan
menyamping. Kugeser juga
tubuh Astrid dengan memegang
pundaknya. Kulepas kaitan bra
yang dipakainya dari belakang.
Pelan-pelan kuturunkan tali
branya yang menggantung di
pundaknya. Kedua payudaranya
yang berukuran 36 (sama
dengan punyaku) kini sudah
telanjang. Lalu kubelai
lengannya dengan lembut.
Astrid menolehkan kepalanya
dan menjulurkan lidahnya.
Kusambut lidahnya dengan
lidahku. Kami berdua saling
menjilat lidah sambil tanganku
tetap membelai pundaknya.
Kami berhenti saling menjilat.
Kemudian dari belakang
kuremas kedua payudaranya.
Astrid dengan setengah
terpejam mengeluarkan
desahannya. Lalu kudorong
Astrid ke depan. Aku melepas
bra yang kupakai. Aku lalu
telentang di sofa dan kutarik
pundak Astrid supaya
telentang di atasku. Kini posisi
pantatnya berada di
selangkanganku sementara
kakiku sendiri mengangkang.
Pipinya hinggap di payudara
kananku dan matanya melihat
payudara kiriku. Kuremas lagi
payudara kirinya dengan
tangan kiriku. Sementara
tangan kananku membenarkan
posisi kaki kananku yang
kurasa kurang enak.
Kuremas lagi kedua
payudaranya. Sementara
tangan kiri Astrid membelai
paha kiriku. Dan tangan
kanannya membelai vaginanya
yang masih ditutupi celana
dalam. Dibukanya sedikit celana
dalam bagian bawahnya untuk
dapat membelai vaginanya.
Kami berdua tersenyum.
Kemudian dia duduk dan
melepas celana dalam yang
kupakai. Kuangkat pantatku
supaya mempermudah dia
dalam melepas celana dalamku.
Setelah itu dia berdiri mau
melepas celana dalamnya
sendiri. Aku cegah dia.
Kupegang tangannya. Dia malah
menarik aku untuk ikut berdiri.
Ditempelkannya kedua
payudaranya ke kedua
payudaraku. Digesek-gesekkan.
Kami berdua berpelukan sambil
kedua tanganku meremas
pantatnya yang besar.
Agak lama kami berpelukan dan
merasakan sensasi pada
masing-masing kedua payudara
kami yang saling bergesekan.
Kemudian aku didorongnya
hingga aku terjatuh dan
dengan cepat melepaskan
celana dalamnya. Lalu dia
mendekatkan wajahnya ke
wajahku. Kembali kami saling
menjilat lidah. Kupegang
pinggangnya dan
kutumpangkan paha kananku
ke pinggangnya. Sementara
paha kiriku dijepit kedua
pahanya. Membuat apha kiriku
menggesek vaginanya.
Lalu lidahnya turun ke bawah.
Dijilatinya puting payudara
kananku sambil tangannya juga
meremas. Aku hanya bisa
mendesah dan kedua tanganku
meremas rambutnya. Kemudian
disodorkannya payudara
kanannya ke mulutku. Tak
kusia-siakan kesempatan itu.
Kukulum puting payudara
kanannya. Aku sendiri juga
meremas payudara kananku
sendiri. Sedangkan payudara
kiriku diremas oleh Astrid.
Lalu kudorong Astrid sehingga
dia ganti di bawah tubuhku.
Kuremas kedua payudaranya
dengan kedua tanganku.
Sementara dia hanya kebagian
remasan pada payudara
kananku. Payudara kiriku
sendiri menempel di bawah
belahan kedua payudara Astrid.
Astrid kembali mendesah sambil
matanya setengah terpejam.
Lalu aku menggeser tubuhku.
Kudekatkan wajahku ke vagina
Astrid. Astrid tahu maksudku.
Kedua tangannya membuka
vaginanya. Langsung saja
kusedot vaginanya dengan
lidahku sambil membaringkan
tubuhku dengan posisi miring.
Paha kirinya yang berada di
antara kedua payudaraku
diangkat ke atas pinggangku.
Posisi ini ternyata kurang
mengenakkan bagiku. Kusuruh
Astrid minggir sebentar. Lalu
aku tidur telentang. Kusuruh
Astrid mengangkangkan
selangkangannya di depan
mulutku dengan bertumpu
pada kedua lutut dan kedua
tangannya. Kembali kubuka
vagina Astrid dan kusedot
dengan lidahku. Astrid hanya
bisa menjerit perlahan. Jeritan
kenikmatan. Astrid rupanya
kelelahan. Aku sendiri juga
sudah puas menyedot
vaginanya. Dia membaringkan
tubuhnya sejenak disampingku.
Hanya sebentar. Lalu dengan
setengah berbaring dia ganti
menyedot vaginaku dengan
lidahnya. Dibukanya vaginaku
dengan tangan kanannya. Ganti
aku yang menjerit kenikmatan.
Kami berdua telah puas. Kami
dengan masih telanjang bulat
beristirahat sambil saling
membelai. Kemudian datang lagi
soerang cewek. Sebut saja
Niken. Juga hanya dengan
memakai bra dan celana dalam.
Kedua payudaranya yang
berukuran 38 tampak ingin
keluar dari bra yang
dipakainya. Aku dan Astrid
kemudian berdiri
menghampirinya. Niken sedang
melepas bra yang dipakainya.
Payudaranya yang paling besar
diantara kami bertiga tampak
sudah lega. Kami berdua lalu
setengah berdiri disamping
Niken dengan bertumpu pada
lutut. Aku disamping kaki kanan
Niken sedangkan Astrid di
samping kaki kiri Niken. Kami
berdua melepaskan celana
dalam yang dipakainya.
Kemudian aku berdiri dan
dirangkul Niken. Sementara
Astrid jongkok di depan vagina
Niken. Dia lalu menyedot vagina
Niken dengan lidahnya sambil
tangan kirinya membelai paha
kanan Niken. Tangan kananku
juga membelai paha kanannya
dan tangan kiriku memeluk
pinggangnya. Tangan kiri Niken
sendiri membuka vaginanya
dengan tangan kanan tetap
merangkul tubuhku. Niken
hanya bisa mendesah. Lalu
kuajak Niken untuk duduk di
lantai. Dia lalu duduk dengan
kedua tangannya bertumpu ke
belakang. Aku ingin mencicipi
vaginanya. Tetapi keduluan
oleh Astrid yang rupanya masih
belum cukup merasakan vagina
Niken. Kudengar desahan Niken
yang lalu kusumpal dengan
ciumanku.
Rupanya Niken tidak merasa
enak dengan ciumanku. Dia
membalas ciumanku hanya
sebentar. Dia lalu memegang
payudara kananku dan
diremasnya. Aku yang dari tadi
ingin mencicipi vagina Niken
hanya bisa membantu membuka
vaginanya sementara Astrid
masih asyik dengan
sedotannya. Niken lalu menjilati
puting payudara kananku dan
tangan kirinya meremas
payudara kanannya sendiri.
Juga payudara kirinya
bergantian. Astrid sudah puas
dengan vagina Niken. Dia
sedang menjilati jari-jari kaki
kanan Niken yang diangkatnya.
Aku segera mendaratkan
lidahku ke vagina Niken untuk
menyedotnya. Niken mendesah
lagi. Dan seperti juga aku.
Astrid lalu menciumnya. Niken
keenakan dengan ciuman
Astrid. Lama sekali mereka
beerciuman sehingga aku bisa
sepuasnya menyedot vagina
Niken dengan lidahku. Kami
bertiga akhirnya mencapai
orgasme pada waktu hampir
bersamaan. Karena kelelahan
kami juga tertidur di lantai
dengan keadaan telanjang.
Ketika aku bangun kulihat
Astrid sudah tidak ada. Dan
kudengar suara gemericik air
dari kamar mandi. Kubangunkan
Niken dan kami berdua menuju
dikamar mandi. Di kamar mandi
sudah ada Astrid. Kami berdua
bersama-sama mandi di bawah
pancuran sambil sesekali saling
membelai. Kemudian Niken
mematikan kran pancuran. Dia
mengambil sabun. Karena
sabunnya ada dua, yang satu
diserahkan ke aku. Kemudian
dia dari depan menyabuni
tubuh Astrid. Sedang aku
sendiri dari belakang juga
menyabuni tubuh Astrid. Astrid
kemudian berbalik menghadap
ke aku. Dia mengambil sabun
dariku dan menyabuni tubuhku.
Sedangkan Niken menyabuni
tubuhnya sendiri. Sambil
sesekali menyabuni pantat
Astrid.
Kupeluk Niken sehingga
otomatis tubuh Astrid berada
di antara tubuhku dan tubuh
Niken. Tubuh kami yang penuh
busa sabun menempel. Kedua
payudaraku dan kedua
payudara Astrid menempel.
Sedangkan kedua payudara
Niken menempel di punggung
Astrid. Astrid lalu melepaskan
diri dari jepitan kedua tubuh
yang penuh busa sabun. Dia
lalu membersihkan tubuhnya
dari busa sabun dengan air
dari ember sambil melihat aku
yang sedang saling
menempelkan payudara dengan
Niken. Tangan kananku
memegang payudara kananku
yang kutempelkan ke payudara
kiri Niken yang juga dipegang
tangan kirinya. Setelah
menempel lalu tangan kirinya
mengangkat paha kananku
sehingga vaginaku menggesek
paha kirinya.
Kulihat Astrid sedang
menghanduki tubuhnya sambil
keluar kamar mandi sementara
kami berdua sedang asyik
dengan kedua payudara penuh
busa sabun yang saling
bergesekan. Aku lalu membuka
kran pancuran kembali untuk
membersihkan busa sabun yang
memenuhi tubuhku dan tubuh
Niken. Niken ternyata tidak
setuju. Dimatikan lagi kran
pancuran.
Lalu didorongnya dengan pelan
ketubuhku sehingga aku
bersandar ke dinding kamar
mandi. Diremas-remas lagi
kedua payudaraku yang juga
kubantu dengan kedua
tanganku yang memegang
kedua tangannya. Tubuhnya
lalu turun ke bawah dan
disiramnya bagian vaginaku
dengan air dari ember. Lalu
tangannya membuka vaginaku.
Disedotnya vaginaku dengan
lidahnya. Kedua tangannya naik
ke atas meremas kedua
payudaraku. Agak lama dia
melakukan itu. Dan ketika dia
tidak meremas kedua
payudaraku, aku meremas
sendiri kedua payudaraku
sambil sesekali mendesah.
Setelah puas menyedot
vaginaku dengan lidahnya, dia
membuka kran pancuran dan
membersihkan tubuhnya dari
busa sabun dengan bantuanku
dengan membersihkan
tubuhnya dari belakang. Dia
berbalik sambil mematikan kran
pancuran dan mengambil botol
sabun cair. Dia kelihatannya
belum puas bermain sabun.
Dikucurkannya sabun dari botol
itu ke tangannya lalu
diusapkan ke payudara kiriku.
Tanganku minta bagian. Niken
mengucurkan sabun ke
tanganku dan lalu aku
mengusapnya ke payudara
kirinya. Kemudian Niken
menjatuhkan botol sabun itu
dan meratakan sabun ke
kedua payudaraku. Kulakukan
hal yang sama. Kami berdua
lalu saling menempelkan kedua
payudara. Dan digesek-
gesekkan sampai dia puas.
Niken lalu membalikkan
badannya dan membuka kran
air. Dia membersihkan kedua
payudaranya dari busa sabun.
Aku dari belakang memegang
bagian belakang kepalanya
untuk menciumnya dari
belakang. Dibawah kucuran air
pancuran aku meraba bagian
depan tubuh Niken dari
belakang sambil lidahku
menjilati lehernya. Kuremas
juga kedua payudaranya.
Akhirnya kami selesai bermain
di bawah pancuran. Kami
berdua keluar setelah
menghanduki tubuh yang
basah. Dilihatnya Astrid dengan
masih telanjang sedang
merapikan rambutnya. Dia
duduk di pinggir tempat tidur.
Niken menghampirinya
sementara aku tetap berdiri
untuk melihat apa yang akan
dilakukan Niken terhadap
Astrid.
Dari samping dia menjilati
puting payudara kanan Astrid.
Tangan Astrid memegang
bagian belakang lehernya.
Niken lalu duduk di paha kanan
Astrid dan mencium bibirnya.
Mereka berdua berciuman
sambil saling menjilat lidah. Lalu
Niken menelentangkan Astrid.
Dengan setengah berjongkok
dia menyodorkan vaginanya ke
mulut Astrid. Astrid lalu
menyedot vagina Niken dengan
lidahnya.
Niken lalu agak mundur ke
belakang. Sambil setengah
berdiri dengan bertumpu pada
kedua lututnya ditekannya
kedua payudara Astrid yang
kedua tangannya juga
menekan kedua payudaranya
sendiri. Sehingga kedua
payudara Astrid yang ditekan
dua pasang tangan saling
menempel.
Setelah itu Astrid
mendudukkan Niken kembali.
Didudukkan di lantai pinggi
tempat tidur.
Astrid sendiri duduk di pinggir
tempat tidur. Dari belakang
dijilatnya lidah Niken. Kedua
tangannya dipegang kedua
tangan Niken untuk meremas
kedua payudara Niken. Astrid
lalu menyodorkan payudara
kanannya ke mulut Niken yang
langsung menjilati puting
payudara kanan Astrid. Tangan
kirinya meremas payudara kiri
Niken. Lalu ganti Astrid
menyodorkan payudara kirinya
ke mulut Niken yang juga
langsung menjilati puting
payudara kiri Astrid. Tangan
kanannya meremas payudara
kanan Niken.
Aku yang melihat hal itu
langsung ikut bergabung. Kami
bertiga bercumbu dengan lebih
hebat lagi.
Demikian cerita khayalanku.
Mungkin terlalu bagaimana.
Terserah kalian yang menilai.
Aku terus terang saja bahwa
cerita di atas merupakan
terjemahan dari rangkaian
gambar-gambar yang kuambil
dari internet.
« index cerita
« ramon84.net
(c) 2012 ramon84.net
Curup - Bengkulu
ramon84.net